Sabtu, 26 November 2011

Ayolah Nak...!


Ayolah nak...
lekaslah terjaga ketika genta di dinding berdentang lima kali
jangan sesekali menunggu enam karena seketika pedang cahaya akan mengoyak jendela
berkemaslah mandi sadarkan hati bahwa tak ada waktu lagi
bersegera kenakan seragam bijak
kita berangkat mengejar matahari sebelum ia meninggi
aku mengejar ekornya kau mengintai mahkotanya
titipkan cemasmu pada ibumu agar dirubah menjadi doa
menuju siang yang penuk teka teki

Ayolah nak...
kunci ragumu di dalam peti warisan ayahku
kenakan mantel cinta seperti yang kuberi pada ibumu
aku takkan menuntut balas
tapi jangan meminta tujuh s'bab aku cuma punya enam

Ayolah nak...
retas semangatmu
tujuh kali tujuh sepanjang minggu
karena yakinku t'lah kutularkan pada putihmu
seperti ketika kau bayi kecil, saat kau tak berdaya seusai seloki kuman jinak dijejalkan mereka ke nadimu, tubuhmu panas seperti eraman induk ayam, matamu berkata pada mataku berharap aku berbuat banyak dan kujawab: "Ayolah nak ! bertahanlah, ini untuk menguatkanmu..., ini memang harus dilalui...inilah dunia..."

Ayolah nak...
ukir imajimu di langit yang biru
gantungkan inginmu pada pilar cahaya
karena ibumu berharap banyak, juga aku
ku ingin saksikan kau sanding permata pada serambi rumah kita yang menyalanyala

Ayolah nak...
segera pulang ketika senja
asap kuali ibumu memanggil kita...


26/11/11





Rabu, 23 November 2011

Kubenci Sepotong Bibir Pada Senin Pagi

#1 senin pagi
kutemukan sepotong bibir beku di meja kerjaku
kuunjuk simpati, namun ia menyembur api membakar telinga hingga aku tak bertelinga
kucoba menyela, ia berubah naga
menelan habis wajahku yang pasi jadikan aku tak bermuka
menyerang secepat kilat setajam belati menusuk ulu hati hingga aku sekarat
hambarkan manis sisa akhir pekanku yang masih menarinari

#2 senin siang

kucoba tuntaskan tumpukan beban yang kian tambun
bibir beku tak jua beri acungan
bahkan giat menyumpah mematri perih sekeliling dinding
pongah mencibir tanpa empati
ingin kusikut sampai dia keriput kecut atau kuhimpit dengan penjepit

#3 senin sore

potongan bibir berhasil kuronce
sebentuk giwang gantungan konde
kurajang ia bagai sate, tak kuampun walau seronde
hingga khilafku berbuah hore
sepiring puas kini milikku walau aku kehilangan mentari sore
( i really don't like monday)

mejakerja21/11/11

Senin, 21 November 2011

 Pantun ini telah dimuat di halaman www.letterater.com dan ini hanya buat seru-seruan aja.

Bang Noeel G-oleh maju selangkah---

Layang layang si benang panjang
terbang kelangit dicakar setan.
bukanya dari dulu sudah kubilang bang,
kasih sayang itu sulit dibuktikan.

burung balam hinggap di tongkat,
tongkatnya jatuh burungnya terbang,
beli pulsa ndak harus jual pesawat
tapi Call ny kemana abanaaaaang..


kalau hendak membeli meja,
belilah meja yang berkaki tiga,
aduh bang jangankan rumah dan perabotnya ,
sorganya neraka tak gratisin aja...

wadduh..bang  Noeel G Sempoyongan...



Jurus yang satu ini Khusus buat bunda RD. Kedum

Buah nangka banyak getahnya ,
jambu mete  dn buah bunga matahari,
karena pria punya selera,
sedikit matre ndak papa, itupun demi anak istr.i
Satu...dua...tiga.....K O Semua,,, (Suroyo Agus K.K.)



aku bales neh....

putihnya pita kain belacu
baru dibeli di pasar kenari
buktikan cinta dengan tingkah laku
sanjung dan belai setiap hari


payau airnya teluk kuali
mandikan kerbau di sore hari
kalau memang niat di hati
nomerku pasti akan kau cari

kayu benalu di tepi paya
beringin rimbun tempatnya setan
aku tak mau sorganya neraka
kuingin hatimu taruh di pinggan (Noeel G)

Pantun Asmara

kalaulah bambu si bambu kuning,
ambilkan satu, bambu saja
kala aku disuasana hening
slalu berlalu bayangan mu saja.
#
ambilkan aku bambu serumpun,
ambilkan pula bambu yang kering.
sungguh kurasa tua dan pikun,
bila tanpamu disuasana hening.
#
kalau balam mencuri bambu 
bisakah bambu menangkap balam?
bila malam datang  padaku,
seakan tak mau ku temui malam.
#
bambu muda namanya rebung,
bambu kering kerangka layang layang
kau dengarkah aku yang bersenandung,
dalam hening menantimu sayang. (Suroyo Agus K. koesmodjo)

layang layang panjang benangnya
jangan diikat di kaki meja
kalau sayang tunjukkan buktinya
jangan hanya di bibir saja

burung balam hinggap di tongkat
terbangnya rendah menyambar batu
jika malam engkau teringat
isi pulsamu callinglah aku

kalau hendak membeli meja
jangan lupa tempah kursinya
kalau hendak selalu bersama
belikan aku rumah dan perabotnya (Noeel G.)



Minggu, 13 November 2011

Galau Aku Memujamu

Dengan gila kau telah menyemai bebiji resah di dadaku pada kemarau yang lalu
kini meraja akarnya merayap raga serupa nadi
rantingnya tekun mencipta resah menari
daunnya biru melambai, ciptakan haru jiwa yang pemalu
buahnya adalah galau
galau meracau
menyesak dada laksa benalu
uffff....
menolehlah ke arahku wahai yang bintang
di sini aku menunggu sinarmu seperti pagi ridukan terang
kirimkanlah aku walau sejenak kau bisa
sebentuk sungging di kelopak berbisa
agar kutelan rinduku tuntaskan malam
esok kunanti kau kembali di persimpangan abadi nan kelam
karena tak pernah kutahu kapan aku berani
persembahkan sepotong hati yang kumiliki
atau kuberi kau belati tuk rajam dadaku
temukan hatiku berisi namamu

11/11/11

Berbalas Pantun

Awan berarak tanda kan hujan
hujan jatuh ditiup angin
Ini adalah pantun balasan
untuk RD, Noell dan bang Thamrin (Yoen Aulina Kasim)

Pergi ke pasar mencari parfum
Berhembus angin dari tasik
Ayo Kak Yoen balas pantun Kedum
sama kita lestarikan sastra klasik (RD.Kedum)

Sukun buahnya jangan dikulum
peramlah mentah di dalam lumbung
Pantun Kak Yoen dibalas Kedum
tak kalah Noeel pun ikut nimbrung  (Noeel G.) xi..xi..xiii...

sukun goreng gaya sabrani
Hidangkan saja di atas nampan
Silakan  Noeel nimbrung di sini
Kata Kak Yoen jalin persahabatan (RD.Kedum)

Laut Kidul ombaknya ganas
Jangan melamun di pantainya
Takut si Noel tak bisa balas
Diserang pantunnya dua bunda...(Yoen Aulina Kasim)Hehehe....

Duyung berjerang dipantai cunda
Ikut bercanda putri meilani
Pantunku diserang oleh dua bunda
Jangankan dua, tiga sekalianpun aku layani...(Noeel G.)

xi..xi...jurus sombong  nih...

x

Senin, 07 November 2011

Kau Seperti Kuntilanak

Malam larut ke dalam gelas kopiku
ketika bayangmu hadir seperti hantu
menari 'striptis' di lorong benakku
hingga paksaku seruput lagi
larutan setan pembenci kantuk
siksa ragaku yang lelah menyumpah
pada liukmu yang kian pongah
sudahlah...
tak bisakah kau enyah sejenak?
atau sekedar rehat menyesak?
pindahlah barang sesaat ke dalam semak
atau mendekamlah di pohon salak
agar kusumpah durinya menyalak hingga kau gawat
tapi kau begitu kuat
kian meraja laksa keramat
puaslah kau lihatku sesak
sekarat pucat...meratapratap
sungguh kau memang seperti kuntilanak...
tengahmalam04112011

Perempuan Sejati

Dialah perempuan yang mencipta keputusan pada pagi dingin
seusai perjalanan malam  mencekam dihalau lolongan anjing liar
melewati pergulatan bumi-langit lahirkan hati berdarahdarah
pendar mata memudar paksa hadirkan sebentuk anggukan

berpantang mengundang sesal s'bab sekali berarti sampai mati
segenggam janji harus disemai hingga berbuah tuaian
pada akar hingga ke batang
pada ranting dan daun-daun
bahkan jua pada rerumput yang hadir bernaung

hidup untuk mengabdi pada lukisan di telapak tangan
larutkan segala rasa di meja hidangan
meluruh semua mimpi karena waktu tak pernah menunggu lelap
kini dia terkapar di sudut waktu menanti senja usai
dalam balutan raga rapuh
menanti mentari jingga berteman dogma yang terpatri...

(Selamat jalan "Perempuan Sejati"...)

Berbalas Pantun

akar Beringin dan akar Kubang
saling berpilin bentuk jembatan
begitu ingin engkau kusayang
bukan cuma dalam impian

Sungai bayang airnya tenang
batu besar pemecah air
kalau engkau dapat kusayang
kusayang sampai hari akhir  (Yoen Aulina Casym)

pohon beringin daunnya rindang
gantungkan benang di daun talas
jika hati ingin menyayang
lakukan dengan tulus dan ikhlas



bawa belati membelah mayang
mayang di pohon jangan dikerat
kalau hati telah meyayang
sayang di dunia dan akhirat (Noeel G.)

Ikat benang di daun talas
Talas disebut buah keladi
Kan kusayang dengan ikhlas
Ikhlas yang dari dasar hati

Mayang di pohon jangan dikerat
Jika dikerat ia kan mati
sayang menyayang dunia akhirat
Doa kupanjatkan sepenuh hati (Yoen Aulina Casym)

Pergi ke pekan membeli pisang
bawa setandan untuk tetangga
bila setiap insan saling menyayang
dunia kan aman bagai di surga (Noeel G.)

Minggu, 06 November 2011

Selamat Datang

Selamat datang di Puisi Noeel G. Blog yang berisi puisi-puisi yang akan menghangatkan suasana hati...

Follow by Email

Pengikut

Buble