Kamis, 23 Februari 2017

Sajak Tentang Cinta


Seperti tak beradab caraku menantimu
Tak kenal jeda walau sedetik memikirkanmu
Kuabaikan segala aturan
Kuhancurkan semua penghalang

Seperti gila, ya gila, sungguh gila aku memujamu
Tak lelah aku memelihara imaji mencari bayangmu disudut kisi
Walau kutahu  tak pernah kau singgahi
Kutahu itu, ya aku tau, kau tak disitu
Tapi tetap berharap temukanmu
 Kurasa aku telah terkena racunmu
Racun? Ya racun tak mengapa karena aku suka
Manis, Ya sungguh manis Racunmu, sungguh manis
Tak perduli aku akan mati karenanya
Mati? Sedikitpun tak menakutkan bagiku bila bersamamu

Bukankah sudah kukatakan "dipersimpangan aku memilih pintu gelap"
Tak mengapa itu bagiku
Karena kutahu kau pemilik pintunya
Dan kutahu kau punya racunnya
Dan ya betul, aku sudah meminum racunmu, ya racunmu
Dan aku kecanduan
Dan aku mabuk kepayang
Dan aku tergila-gila

Setiap saat ingin bersamamu
Menikmati racun cintamu
Oh cintaku
Dekaplah aku
Rangkullah aku
Ciumlah aku
Genggam jiwaku

Aku mau menyatu denganmu
Banjiri aku dengan racunmu
Agar aku tenggelam bersamamu
Agar aku lupa kembali
Agar aku selamanya bersamamu...

#cintauniversalabadi

Perjalanan Dilanjutkan

Sudah sangat lama tidak mengunjungi blogku ini.  Bertahun-tahun tidak ada posting apa-apa.
Hari ini akan kumulai lagi menuliskan apa saja yang terlintas di benakku tanpa harus banyak pertimbangan bagus atau tidak.  Setidaknya tulisan-tulisanku akan menjadi saksi sejarah bagi semua orang yang kucintai terutama anak-anakku bahwa aku pernah ada, aku pernah berkarya.
Ayo melangkah wahai tungkai yang lama duduk...!
Ayo merangkai wahai anganku yang lama tertidur...
Ayo menari wahai jemari
Agar tercipta sajak atau puisi
<kualanamu_sorehari_menjelangpulang>




Follow by Email

Pengikut

Buble